Sejarah Lelang di Dunia: Dari Babilonia Kuno hingga Era Digital
Lelang merupakan salah satu metode transaksi tertua di dunia yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai bentuk, mulai dari lelang seni, properti, barang antik, hingga lelang online modern. Namun, tahukah Anda bahwa praktik lelang sudah ada sejak ribuan tahun lalu? Artikel ini akan mengulas sejarah pertama kali lelang di dunia dan bagaimana perkembangannya hingga era digital saat ini.
Awal Mula Lelang di Dunia Kuno
Sejarah mencatat bahwa lelang pertama kali dikenal sekitar 500 tahun sebelum Masehi (SM) di wilayah Babilonia Kuno. Pada masa itu, lelang digunakan sebagai sarana untuk menikahkan perempuan. Setiap tahun, perempuan yang siap menikah akan dikumpulkan dan dilelang kepada para pria. Perempuan dengan paras dan kualitas terbaik akan dilelang terlebih dahulu dengan harga tertinggi, sementara hasil lelang tersebut digunakan untuk membantu pernikahan perempuan lainnya yang kurang diminati.
Praktik ini menunjukkan bahwa lelang sejak awal bukan hanya soal jual beli barang, tetapi juga berfungsi sebagai sistem sosial dan ekonomi yang terstruktur.
Lelang pada Zaman Yunani dan Romawi
Pada era Yunani Kuno, lelang mulai digunakan untuk menjual rampasan perang dan harta milik negara. Namun, lelang mencapai puncak popularitasnya pada masa Kekaisaran Romawi.
Bangsa Romawi menggunakan lelang untuk:
- Menjual barang rampasan perang
- Melelang harta hasil sitaan
- Menjual budak dan properti
- Menjual aset pribadi, bahkan milik keluarga kerajaan
Salah satu kisah paling terkenal terjadi pada tahun 193 M, ketika Kekaisaran Romawi secara simbolis dilelang oleh Praetorian Guard kepada penawar tertinggi, yang dimenangkan oleh Didius Julianus. Peristiwa ini menegaskan betapa besarnya peran lelang dalam sistem ekonomi dan politik Romawi.
Lelang di Abad Pertengahan
Memasuki Abad Pertengahan, lelang digunakan secara luas di Eropa untuk menjual:
- Tanah dan properti
- Hasil pertanian
- Barang sitaan akibat pajak atau utang
Pada periode ini, lelang sering dilakukan di tempat umum seperti pasar atau balai kota, dengan juru lelang yang berteriak menawarkan barang kepada khalayak. Metode ini mulai membentuk sistem lelang konvensional yang kita kenal saat ini.
Lahirnya Rumah Lelang Modern
Pada abad ke-17 dan ke-18, lelang berkembang lebih profesional dengan berdirinya rumah lelang resmi. Dua rumah lelang tertua dan paling terkenal di dunia lahir pada era ini:
- Sotheby’s (1744) di London
- Christie’s (1766) di London
Rumah lelang ini memfokuskan diri pada karya seni, barang antik, dan koleksi bernilai tinggi. Sejak saat itu, lelang menjadi simbol eksklusivitas, prestise, dan nilai sejarah.
Transformasi Lelang di Era Digital
Memasuki akhir abad ke-20 hingga abad ke-21, lelang mengalami revolusi besar dengan hadirnya internet dan teknologi digital. Platform lelang online memungkinkan siapa pun untuk ikut serta dalam lelang tanpa batasan geografis.
Ciri utama lelang digital:
- Dapat diakses 24/7
- Transparan dan real-time
- Menjangkau pasar global
- Variasi produk yang sangat luas
Kini, lelang tidak hanya terbatas pada barang mewah, tetapi juga gadget, voucher digital, produk UMKM, hingga item virtual.
Bagikan berita ini ke teman kamu ✨